Hukum Berkurban Online: Bolehkah dan Bisakah Dilakukan Dalam Islam?

Hukum Berkurban Online: Bolehkah dan Bisakah Dilakukan Dalam Islam?



, JAKARTA – Tak lama lagi umat Islam akan menjalankan
Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban 1446 Hijriah/Tahun 2025 Masehi.

Berkurban
Hukumannya bukanlah kewajiban. Akan tetapi, umat Islam disarankan untuk melaksanakan ibadah itu jika memungkinkan.

“Nabi SAW berpesan, siapapun yang meninggalkan rumah dengan niat untuk berkurban, setiap langkahnya akan mendapatkan ganjaran 10 kebajikan, terhapuslah 10 tingkah laku buruknya, serta naik puluh kali lipat kedudukannya,” demikian disampaikannya ketika memberikan pengajaran rutin Thariqah Qadiriyyah/Naqsyabandiyyah di mesjid pondok pesantren lokal tersebut, pada hari Minggu (3/7/2022) seperti dilansir NU Online.

Untuk mereka yang menjalankan ini, akan mendapatkan ganjaran serupa dengan mengucapkan doa pada waktu bertransaksi untuk membeli hewan qurban.

Pengorbanan orang tersebut juga akan diminta untuk pengampunan terhadap semua kesalahan yang telah dilakukannya.

Akan tetapi, pertanyaannya adalah: bisakah seseorang menyembelih hewan korban secara daring? Karena kurban melalui internet ini dianggap sebagai alternatif oleh banyak orang yang menginginkan kemudahan serta keteraturan dalam prosesnya.

Menggunakan teknologi, orang dapat menjalankan ritual qurban secara daring dengan cara memilah binatang qurban, menyelesaikan pembayaran, serta mengawasi tahap pemotongan lewat situs web atau aplikasi digital.

Pada umumnya, penyelenggaraan kurban secara daring dilaksanakan melalui institusi ataupun organisasi yang sudah dipercayai serta tercatat resmi di bawah naungan Kementerian Agama. Institusi tersebut rata-rata memiliki sistem perternakan dan distribusi yang luas, sehingga mereka bisa mengirim hewan kurban ke seluruh wilayah di Tanah Air, termasuk juga negara lainnya.

Peraturan Haji Online Menurut Agama Islam

Terjadi diskusi berbeda tentang ibadah qurbani daring. Beberapa pihak menyebutnya sebagai halal, sementara sebagian lain menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak valid.

Walau demikian, kebanyakan ahli agama mengizinkan seseorang untuk berpartisipasi dalam pengundian daring dengan dalih ini merupakan bentuk wakalah. Ini artinya boleh dilakukan jika semua persyaratan wakalah telah dipenuhi.

Wakalah berdasarkan hukumnya dapat dijalankan. Dasar yang menguatkan kebolehannya adalah dari surat Al-Kahf ayat 19 yang maksudnya:

“Utuskanlah salah satu dari kalian menuju kota sambil membawa uang emasnya. Biar ia mencari tahu makanan apa yang terbaik kemudian bawalah sebagiannya bagi mereka. Ia harus bersikap tenang dan tidak menyebarkan informasi tentang kondisi Anda.” (QS. Al-Kahfi: 19)

Ulama mengizinkan orang untuk berqurbankan secara daring asalkan mereka mentransfer sejumlah dana keluar kota guna pembelian ternak serta pelaksanaan penyembelihannya di lokasi tersebut.

Selanjutnya bagi beberapa orang, berkorban secara daring dianggap tidak sah. Menurut pendapat Imam Ar-Ramli, mendistribusikan daging korban di luar wilayah penyembelihan merupakan hal yang Haram.

Menurut laporan dari NU Online, daging kurban yang tidak halal dan berlebih harus didistribusikan ke luar wilayah setempat sebagai bagian dari zakat yang wajib diserahkan untuk membantu kaum dhuafa dan orang miskin.

Hal ini berarti jika kurban Anda bersifat sunah, maka bagian yang diharamkan untuk didistribusikan ke luar wilayah adalah hanya sejumlah daging murni dan segar yang merupakan hak bagi kaum fakir miskin.

Setelah itu jika ternak yang dikurbankan bersifat wajib, maka seluruh daging dan bagian-bagiannya tidak boleh didistribusikan ke luar area tersebut.

Tujuan Berkurban

Sembelihan hewan qurban dilaksanakan oleh kaum Muslim dengan maksud untuk memupuk sifat-sifat ketulusan, kesetiaan, dan perhatian terhadap sesama.


1. Perwujudan Ketakwaan terhadap Allah SWT

Melaksanakan kurban adalah salah satu bentuk ibadah yang dijalankan untuk mengungkapkan kesetiaan terhadap Allah SWT. Kesetiaan ini tercermin dari kerelaan jiwa menuruti segala kehendak-Nya.


2. Ketulusan dan Pengorbanan

Menurut laman resmi Baznas, berkorban digunakan sebagai bentuk latihan spiritual yang menekankan pentingnya ketulusan. Ini dicapai dengan mengalokasikan sebagian hartamu untuk membeli hewan qurbani meskipun penghasilanmu terbatas.

Tetapi, disinilah tantangan dan ganjarannya, sebab maksud dari berkorban adalah untuk memperkenalkan kepada kita makna pengurbanan.

Ketulusan pada saat berkurban pun tercermin dari kejujuran niatnya. Bukan untuk mendapatkan puji-pujian atau penghargaan dari orang lain, tetapi hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


3. Mempererat Tali Persaudaraan

Mengerjakan ritual kurban memberikan pengaruh sosial yang sangat besar pula. Pembagian daging hewan qurban kepada orang-orang tidak mampu serta warga sekitar mencerminkan rasa kebersamaan di antara umat dengan agama yang sama.

Post Comment